Rabu, 23 November 2011

Aspek Kognitif dalam Perkembangan Bahasa


ASPEK KOGNITIF DALAM PERKEMBANGAN BAHASA
A.           Perkembangan Bahasa
                 Bahasa merupakan alat komunikasi sebagai sebagai perantara antar individu untuk menyampaikan gagasan-gagasan mereka dengan menggunakan simbol-simbol yang telah diatur dan disepakati oleh ketentuan yang berlaku. Dalam berbahasa adakalanya dengan lisan (bicara) dan adakalanya dengan isyarat. Manusia dikarunia anugrah di otak sebelah kirinya yaitu kemampuan berbahasa. Ada banyak hal yang mempengaruhi seseorang dalam perkembangan bahasanya, di antaranya adalah kognitif setiap individu.
                 Perkembangan bahasa bermula ketika dalam awal kehidupan sesseorang, yakni ketika dia mulai belajar bahasa. Perkembangan bahasa tersebut dipelajari dari yang sederhana sampai yang kompleks. Tahap perkembangan bahasanya
B.            Tahap Perkembangan Bahasa
                        Untuk dapat menguasai sistem bahasa agar digunakan untuk berkomunikasi secara sempurna, anak-anak membutuhkan tahap-tahap untuk menguasainya. Tahap-tahap perkembangan bahasa anak ada empat masa, yaitu: masa kalimat satu kata, masa memberi nama, masa kalimat tunggal dan masa kalimat majemuk.
  1. Kalimat satu kata: satu tahun s.d satu tahun enam bulan
Dalam masa pertama ini seorang anak mulai mengeluarkan suara-suara raban yakni permainan dengan tenggorokan, mulut dan bibir supaya selaput suara menjadi lebih lembut. Selain itu di masa ini seorang anak sudah dapat menirukan suara-suara walaupun tidak begitu sama persis dengan bunyi aslinya. Di masa ini juga mulai terbentuknya satu kata. Anak sudah mulai bisa mengucapkan kata seperti “ibu” dan lainnya.
  1. Masa memberi satu nama: satu setengah tahun s.d dua tahun
Dalam masa kedua ini terjadi masa apa itu, masa dimana mulai timbul suatu dorongan dalam diri seorang anak untuk mengetahui banyak hal. Inilah yang menyebabkan anak akan sering bertanya apa ini? apa itu? siapa ini? dan lainnya. Dan di masa ini kemampuan anak merangkai kata mulai meningkat. Dulu yang hanya bisa satu kata, bertambah menjadi dua kata, tiga kata hingga lebih sempurna.
  1. Masa kalimat tunggal: dua tahun s.d setengah tahun.
Dalam masa ketiga ini terdapat usaha anak untuk dapat berbahasa dengan lebih baik dan sempurna. Anak mulai bisa menggunakan kalimat tunggal serta menggunakan awalan dan akhiran pada kata. Namun tak jarang anak membuat kata-kata baru yang lucu didengar dengan menggunakan caranya sendiri.
  1. Masa kalimat majemuk : dua tahun enam bulan dan seterusnya.
Di tahap ini seorang anak sudah dapat mengucapkan kalimat yang lebih panjang dan sempurna,baik berupa kalimat majemuk dan berupa pertanyaan, sehingga susunan bahasanya terdengar lebih sempurna.
C.      Perkembangan Aspek Kognitif
       Aspek kognitif sangat berperan penting dalam perkembangan bahasa. Berdasarkan pada asas teori kognitif, bahwa kecerdasan anak yang tumbuh dan keinginnnya untuk mengekpresikan apa yang dia maksud, akan bersama-sama dengan masukan bahasa dari orang tua dan akan mendorong mereka untuk memperoleh bahasa. Dari bahasa yang telah mereka peroleh, akan mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan kognitif mereka.
       Teori perkembangan kognitif yang tebaik yang tersedia sampai saat ini adalah teori Jean Piaget, psikolog dan filsuf Swiss. Menurut Piaget, perkembangan kognitif mempunyai empat aspek, yaitu
1. Kematangan, sebagai hasil perkembangan susunan syaraf.
2. Pengalaman, yaitu hubungan timbal balik antara orgnisme dengan dunianya.
3. Interaksi social, yaitu pengaruh-pengaruh yang diperoleh dalam hubungannya dengan ingkungan social, dan
4. Ekullibrasi, yaitu adanya kemampuan atau system mengatur dalam diri organisme agar dia selalu mempau mempertahankan keseimbangan dan penyesuaian diri terhadap lingkungannya.System yang mengatur dari dalam mempunyai dua factor, yaitu skema dan adaptasi. Skema berhubungan dengan pola tingkah laku yang teratur yang diperhatikan oleh organisma yang merupakan akumulasi dari tingkah laku yang sederhana hingga yang kompleks. Sedangkan adaptasi adalah fungsi penyesuaian terhadap lingkungan yang terdiri atas proses asimilasi dan akomodasi.          
D.    Tahap Perkembangan Kognitif
Piaget berteori bahwa anak-anak mengalami empat masa utama pelaksanaan atau pemanfaatan kognitif.
1.       Masa gerakan Pancaindera ( sensorimotorik )
Tahun-tahun sesudah kelahiran (kira-kira dua tahun) terdiri atas masa gerakan pancaindera dalam perkembangan sang anak. Selama masa ini anak benar-benar membangun realitas mereka sendiri dalam pola-pola gerkan yang mereka kembangkan. Mereka tdak sanggup menyajikan kegiatan-kegiatan kognitif-kognitif secara simbolis, tetapi permulaan simbolisasi itu merupakan internalisasi skema tindakan dengan yang mereka pelajari.
1)  Tahap sensorimotorik  terbagi 6 periode
a) Periode 1:  refleks (0 – 1 bulan)
b) Periode 2:  kebiasaan (1 – 4 bulan)
c) Periode 3:  reproduksi (4 – 8 bulan)
d) Periode 4:  koordinasi skemata (8 – 12 bulan)
e) Periode 5:  eksperimen (12 – 18 bulan)
f) Periode 6:  representasi (18 – 24 bulan)
2. Masa Praoperasional
Masa praoperasional berlangsung dari akhir masa gerakan pancainera (sekitar usia dua tahun) sampai permulaan masa operasi-opeasi konkrit (enam sampai tujuh tahun). Masa praoperasional mempunyai sejumlah ciri-ciri kognitif yang berhubungan. Kanak-kanak dikatakan menjadi pusat aspek tunggal yang menyolok dari dari sesuatu objek dan dengan berbuat dengan sedemikian rupa mengubah analisis mereka terhadap objek tersebut.
3. Masa Operasi Kongkrit
       Akhir masa kanak-kanak usia 7 sampai 11 tahun merupakan masa operasi kongkrit. Perbedaan utama antara masa itu dan masa praoperasional adalah bahwa kini kanak-kanak telah memiliki sistem kognitif yang tersusun rapi yang mendasar segala kognitif dan persepsi mereka. Pikiran mereka dapat berubah, sehingga apabila benda-benda berubah tidaklah berarti sama sekali bahwa benda-benda itupun menjadi berbeda pula. Kanak-kanak sudah sanggup bertindak layak dan menyeleaikan semua aspek yang relevan dari sesuatu objek atau kesatuan aturan secara simultan, jadi mereka dapat mengawetkan volume serta dimensi-dimensi fisik lainnya. Walaupun kognitif seorang anak tela tersusun rapi dan sabil selama masa ini, namun kognisi itu beroperasi lebih banyak disini dan kini cenderung mengambil sebagai objeknya benda-benda kongkrit dan peristiwa-peristiwa nyata didunia ini. Tahap operasi konkret (7-11 tahun):
a.  Logika tentang sifat reversibilitas dan kekekalan.
b.  Berpikir decentering, seriasi, klasifikasi, kesimpulan probalistis.
c.  Tidak lagi egosentris.
d.  Masih terbatas pada hal-hal konkret.
e.  Belum dpt memecahkan persoalan yang abstrak
4. Masa Operasi Formal
Sekitar masa remaja, anak-anak memasuki masa operasi formal, yang membebaskan mereka dari dunia yang sebenarnya dan mengirimkan mereka memasuki dunia kemungkinan, kini mereka dapat memahami bukan hanya ”apa” juga ”kemungkinan apa”. Pandangan mereka mengembangkan pengertian waktu kesejahteraan. Masa ini mengatur anak-anak memasuki masa kehidupan kedewasaan kognitif. Tahap operasi formal (mulai 11-15 tahun) yaitu:
a.   Mulai perkembangan reasoning dan logika remaja.
b.  Asimilasi dan akomodasi berperan membentuk skema lebih menyeluruh.
c.  Pemikiran remaja = dewasa secara kualitas, namun beda kuantitas, skema org dewasa lebih banyak.
d.  Pemikiran deduktif, induktif dan abstraktif.
E. Keterkaitan antara Kognitif dengan Bahasa
          Keterkaitan bahasa dengan kognitifnya terletak pada asumsi bahwa bahasa mempengaruhi pandangannya terhadap dunia, serta mempengruhi pikiran yang individu yang menggunakan bahasa itu.Pemahaman seseorang terhadap bahasa atau kata akan mempengaruhi pandangannya terhadap realitas. Seperti halnya orang jepang yang mempunyai kognitif (pikiran) yang tinggi karena mereka mempunyai banyak kosa kata dalam mengungkapkan realitas, mereka mempunyai pemahaman yang mendetail terhadap realitas. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Whorf.
          Kognitif juga mempengaruhi bahasa seseoeang, hal ini seperti pendapat tokoh psikologi kognitif yaitu Jean Piaget. Dalam observasinya, dia mengungkapkan bahwa perkembangan aspek kognitif anak akan mempengaruhi bahasa yang digunakannya. Semakin tinggi aspek tersebut, semakin tinggi bahasa yang digunakannya.
          Hubungan timbal balik antara keduanya yaitu kognitif dengan bahasa seperti yang diungkapkan oleh Benyamin Vigotsky, seorang ahli sematik berkebangsaan Rusia yang melakukan pembaharuan terhadap teori Jean Piaget yakni bahasa dan kognitif seseorang akan selalu mempengaruhi.
          Bahasa atau kata-kata merupakan bentuk pemberian simbol pada realita faktual. Pemberian simbol ini dipengaruhi oleh faktor subjeknitas kebudayaan dan individu. Subjeknitas ini terlihat ketika manusia dari latar belakang yang memahami dengan kehendaknya sendiri. Oleh karena itu apa yang ada dalam kognitif setiapa individu akan mempengaruhi penyebutan atau pemberian nama terhadap suatu objek.
Keterkaitan bahasa dengan kognitifnya terletak pada asumsi bahwa bahasa mempengaruhi pandangannya terhadap dunia, serta mempengruhi pikiran yang individu yang menggunakan bahasa itu.

 

5 komentar:

  1. Klo boleh tau referensinya apa ya? cz ane kbagian aspek afektifx. hehe syukron..

    BalasHapus
  2. bagus, saya kagum dengan blog yang satu ini, tidak banyak guaya, dinamis dan enak dipandang, renyah dibacanya, ini merupakan awal mula yang bagus dan layak untuk diteruskan ... cemunguut ...

    BalasHapus
  3. mantap buat tambah referensi nih, terima kasih

    oh iya buat tambahan ilmu psikologi kk bisa baca2 blog saya

    psikologi untuk semua

    BalasHapus
  4. Boleh tahu referensinya tidak? Butuh banget mbak.. Terimakasih

    BalasHapus